iklan banner

Sidang Kembali Bergulir, Felly Tolak Seluruh Dalil Bawaslu Kabupaten Minahasa

14 Maret 2019

Kuasa Hukum Felly saat di wawancarai awak media

Manado ( lintassulut.com ) - Calon legislatif DPR RI Felly Runtuwene, yang beberapa waktu lalu diduga telah melakukan kampanye di lingkungan pendidikan Universitas Negeri Manado (UNIMA) Tondano, dan dilaporkan pihak Bawaslu Kabupaten Minahasa, untuk kesekian kalinya dilakukan 

Sidang Penanganan Pelanggaran Administratif Pemilu oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulut.
Berlangsung di ruang sidang Bawaslu Sulut, Rabu (13/3/2019) sekitar pukul 14:00 wita, Felly Runtuwene melalui para Penasehat Hukum menolak seluruh dalil dalam temuan dugaan pelanggaran administratif pemilu.
"Karena keseluruhan dalil tersebut tidak berdasar hukum," tutur Denny Rompas salah satu PH membacakan surat jawaban terlapor Felly Runtuwene dihadapan Majelis yang dipimpin langsung Ketua Bawaslu Sulut, Herwyn Malonda.
Lanjut Rompas, Legal Standing atau kedudukan hukum Penemu dipertanyakan.
"Didalam pasal 1 undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, serta turunannya dalam pasal 1 Perbawaslu nomor 7 tahun 2018 dan pasal 1 Perbawaslu nomor 8 tahun 2018, telah secara jelas dan tegas ditentukan tentang penggunaan istilah dan atau definisi kata dalam aturan hukum pemilu. Dan keseluruhan ketentuan tersebut tidak ditemukan kata, istilah kata atau definisi atas kata Penemu. Jadi, kata Penemu dalam hal tersebut merupakan cacat formil sehingga harus dibatalkan demi hukum. Penggunaan kata Penemu dalam Hukum Pemilu tidak diperkenankan melainkan yang ada hanyalah kata Pelapor," ucap Rompas.
Masih oleh Rompas, laporan atas Felly Runtuwene yang diduga melakukan pelanggaran administratif berlaku asas prematur.
"Ini karena bukan inisiatif dari terlapor atau tim yang membagi-bagikan bahan kampanye, melainkan dari orang per orang. Dan, mencermati pasal 23 ayat 5 Peraturan Bawaslu nomor 31 tahun 2018 tentang Sentra Gakkumdu, bahwa menjadi pantas untuk proses ini disebut prematur, yang akan menjadi beban pembuktian secara bersama bahwa adalah benar permasalahan dari terlapor telah dihentikan sesuai dengan bukti P-3 yang diajukan oleh Penemu. Mohon menjadi pertimbangan Majelis Sidang," ucapnya.

Singkat, terlapor Felly Runtuwene menolak seluruh bukti-bukti yang masuk.
Sidang pun akan dilanjutkan, Jumat (15/3/2019) dengan agenda pemberian bukti-bukti. Dian




BERITA UTAMA

BERITA TERKINI

Pansus LKPJ Hentikan Pembangunan RSJ Ratumbuysang Di Tateli
Dimuat pada 22 Mei 2019

Manado (lintassulut.com)- Rapat Paripurna dalam rangka penyampaian laporan hasil pembahasan LKPJ ...


Artis Musisi Papan Atas Dilecehkan Oknum ASN
Dimuat pada 22 Mei 2019

Manado(lintassulut.com)Salah satu penyanyi Sulut Jane Maringka mendapat ...


PUD Klabat Sambangi BPKP Sulut
Dimuat pada 21 Mei 2019

Minahasa Utara (lintassulut.com) -Perusahan Umum Daerah (PUD) Klabat melakukan...


Mingkid Buka Bimtek Penyusunan Analisis Standart Belanja Pemkab Minut 2019
Dimuat pada 21 Mei 2019

Minahasa Utara (lintassulut.com) -Badan Keuangan Pemerintah Kabupaten Minahasa...


Ketua Umum Dan Pengurus Komudo Berharap Polisi Tuntaskan Kasus Penganiayaan Terhadap Artis Manado
Dimuat pada 21 Mei 2019

Manado ( lintassulut.com ) - Ketua umum Komunitas Musik Manado Sulawesi...


Lakat Sebut Temuan BPK Di DPRD Ditunggu Hasik, Kawalo Minta Dibayar Saja.
Dimuat pada 21 Mei 2019

Manado ( lintassulut.com ) - 
Sekretaris Kota (Sekkot) Manado Mikler...


Pejabat Eselon II Pemkab Minut Kembali Dirolling
Dimuat pada 21 Mei 2019

Minahasa Utara (lintassulut.com) -Bupati Minahasa Utara (Minut) Vonnie Anneke...


Jelang Pengumuman Hasil Pemilu 2019, Panambunan Himbau Masyarakat Tidak Terpancing Isu
Dimuat pada 20 Mei 2019

Minahasa Utara (lintassulut.com) - Jelang pengumuman...


1
...